Sehari Sebelumnya, Kunjungan ke Cintek

Sehari Sebelumnya, Kunjungan ke Cintek

IMG_20160119_111920

IMG_20160119_112215

IMG_20160119_113238

IMG-20160202-WA0036

Sehari sebelum lawatan ke Lentera Angin Nusantara di Desa Ciheras – Tasikmalaya, tim ICEES melakukan kunjungan ke perusahaan mikrohidro di Cimahi – Bandung, Jawa Barat. Perusahaan yang bergerak pada bisnis spesialis mikrohidro dan turbin tersebut bernama CV. Cihanjuang Intik Teknik (Cintek). Cintek didirikan oleh Bapak Eddy Permadi lulusan Politeknik Bandung pada tahun 1980. Awalnya pada tahun 1998 perusahaan bergerak pada industri mesin produksi, pupuk, dan pengecoran logam. Kemudian karena krisis moneter perusahaan sempat mengalami mati suri dan kemudian sekitar tahun 2000 ke atas mulai merambah bisnis mikrohidro. Ada tiga jenis produk unggulan yang sudah teruji di Luzen, Swiss dan berhasil memperoleh Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk produk peralatan PLTMH yang hampir mencapai 100%. Produk tersebut adalah Turbine Cross Flow dengan tinggi jatuh 8 s/d 120 m, Propeler Open Flume dengan tinggi jatuh 3 s/d 8 m, dan Turbo Propeler dengan tinggi jatuh 6 s/d 20 m.

Agenda pertama dijelaskan tentang sejarah dan visi – misi perusahan kemudian dilanjutkan dengan prinsip kerja mikrohidro. Ada hal yang menarik terkait penjelasan Bapak Sanusi, bahwa pemenuhan energi listrik masyarakat di daerah terpencil bukan merupakan satu solusi utuh. Ketika listrik masuk desa, maka bisa menimbulkan masalah baru, yaitu kemalasan karena masyarakat cenderung menghabiskan waktu untuk menonton TV. Cintek tidak kehabisan akal, meskipun efek negatif tidak bisa benar-benar dihilangkan tetapi paling tidak energi listrik bisa meningkatkan perekonomian masyarakat tersebut. Oleh karena itu Cintek memberikan syarat supaya energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan lebih bijak, seperti halnya untuk menyalakan mesin jahit bagi pengerajin garmen. Agenda selanjutnya diajak berkeliling di bengkel pembuatan peralatan PLTMH. Kemudian tidak jauh dari tempat itu terdapat laboraturium yang memang dibuat khusus untuk mensimulasikan prisnsip kerja dari mikrohidro. Ada tiga jenis mikrohidro yang dapat disimulasikan yaitu Propeler Open Flume TC-60 dengan kapasitas 100 Watt, Propeler Open Flume 125 dengan kapasitas 600 Watt, dan Turbine Cross Flow 225 BO 100 dengan kapasitas 1000 Watt. Akhir kunjungan ditutup dengan menikmati bajigur dan bandrex yang juga salah satu produk pengembangan sebagai upaya menyerap tenaga kerja masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »